Bersamaan dengan rilis data tingkat kemiskinan, BPS juga merilis data ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia per Maret 2021 yang diukur dengan Gini Ratio dan ukuran ketimpangan menurut kriteria Bank Dunia. Pada Maret 2021, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur dengan Gini Ratio naik 0,003 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meningkat dari 0,381 menjadi 0,384. Namun demikian, jika bandingkan dengan periode September 2020, Gini Ratio Maret 2021 mengalami penurunan 0,001 poin. Kondisi ini tidak lepas dari pengaruh pandemi Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Jika dilihat dari wilayah, ada perbedaan arah antara Gini Ratio Perkotaan dan Perdesaan. Gini ratio perkotaan Maret 2021 meningkat dibandingkan periode September 2020 maupun Maret 2020. Sementara itu, Gini Ratio Perdesaan menurun. Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40% terbawah tercatat sebesar 17,76%. Hal ini berarti bahwa pengeluaran penduduk pada Maret 2021 berada pada kategori ketimpangan rendah. Berdasarkan provinsi, Gini Ratio tertinggi tercatat di DI Yogyakarta, sebesar 0,441. DI Yogyakarta sudah lama menjadi fenomena menarik, di satu sisi mempunyai ukurang pembangunan manusia yang tinggi, tetapi disisi lain beberapa indikator kesejahteraan menunjukkan fenomena sebaliknya. Analisis selengkapnya dapat diakses di: https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/07/15/1845/gini-ratio-maret-2021-tercatat-sebesar-0-384-.html
Pos-pos Terbaru
- GUEST LECTURE : CLIMATE CHANGE AND FOOD SECURITY: EVIDENCE FROM MALAYSIA
- PELATIHAN: APLIKASI EKONOMETRIKA SPASIAL UNTUK ANALISIS EKONOMI
- SELAMAT DAN SUKSES ATAS PENGUKUHAN PROF. AKHMAD SYAKIR KURNIA, S.E., M.Si., Ph.D SEBAGAI GURU BESAR ILMU EKONOMI
- Berita Duka
- PROGRAM MAGISTER EKONOMI SELENGGARAKAN PELATIHAN TABEL INTER-REGIONAL INPUT-OUTPUT (IRIO)
